Featured Post 1

Featured Post 1
Dunia Orang-Orang Mati

Featured Post 2

Featured Post 2
Orkes Madun I atawa Madekur & Tarkeni

Produksi 1 (DUNIA ORANG-ORANG MATI)


PENTAS KELOMPOK BANDUL NUSANTARA
NASKAH: DUNIA ORANG-ORANG MATI
Karya: Saini K.M.
Sutradara : Rudyaso Febriadhi


SENIN, 12 OKTOBER 2009
Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah
19.00 WIB


**************************************************************
INFORMASI DAN PEMESANAN TIKET
DAMAR ROMA: 085647484251
**************************************************************
TIKET

Sebelum hari H: Rp 5000,-
hari H: Rp 7000,-

Kelompok Bandul Nusantara (KARANGANYAR) akan menyajikan pertunjukan teater dengan mengangkat naskah DUNIA ORANG-ORANG MATI karya Saini K.M. dan disutradarai oleh Rudyaso Febriadhi. Acara ini akan dilaksanakan pada hari Senin, 12 Oktober 2009 pukul 19.00 di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah.
Ini adalah pentas perdana Kelompok Bandul Nusantara. Namun, para pendukung pementasan ini adalah orang-orang lama yang telah berkecimpung di dunia teater dan masih tergabung di kelompok teater kampus dan teater umum di Solo dan Karanganyar. Secara kebetulan mereka berdomisili di Karanganyar. Dengan alasan inilah mereka membentuk sebuah kelompok teater independent yang bermarkas di Karanganyar. Selain itu mereka juga dibantu oleh beberapa pemain teater dari Solo.

DUNIA ORANG-ORANG MATI ingin menegaskan apa yang sudah ada dalam konstruksi berpikir masyarakat tentang persoalan klise yaitu birokrasi, manipulasi politik dan uang.
Drama realis yang berlatar tahun 70-an ini hendak mengatakan bahwa istilah KKN bukanlah persoalan modern. Bunuh membunuh demi jabatan tak mengenal kata kuno. Hal-hal tersebut akan selalu menjadi ‘masa kini’ kapanpun masanya selama manusia itu ada.
Uang adalah pembunuh paling canggih. Ia bisa membunuh rasa kemanusian. Dan hidup diantara orang-orang yang terbunuh tersebut sama halnya hidup di-DUNIA ORANG-ORANG MATI.

SINOPSIS

Bukan hal yang mudah menjadi orang yang tetap berpegang pada prinsip, meski jaman semakin lama semakin berubah. Kawan dan belahan jiwapun bisa jadi serigala yang tak hanya menggigit, tapi memakan. Itu pula yang dialami Darmo, mantan pejuang kemerdekaan yang berusaha tetap berpegang pada nilai-nilai keteguhan sikap dan kebenaran. Sementara kawan seperjuangan, banyak yang terhanyut dalam arus perubahan jaman yang makin kejam mengikis, terasa banyak nurani yang telah mati.Bahkan nurani Sang Istri ikut-ikutan mati. Darmo serasa hidup di tengah nurani-nurani yang telah mati, atau mati di tengah arus perubahan jaman yang kejam.




PENDUKUNG
M. Dolly, Budi S.A., Damar, Dukut, Yohana, Anggo, Awan, Dhani, Danta, Iyunk, Fajar K, Yudha, Bhre, Deby, Dodo, Irawan, Adit Josh, Site, Yuristian Genjik, Rahmat, Sangaji, Hardi, Nico, Themy, Iva, Nando, Ari Budi, Adis, Sambi, Ryndhu, Andi, Shobirin, Agus pitik, Rudy, Gusmel


BANDUL NUSANTARA ON FACEBOOK

0 komentar:

Poskan Komentar

Category

Total Pageviews