Featured Post 1

Featured Post 1
Dunia Orang-Orang Mati

Featured Post 2

Featured Post 2
Orkes Madun I atawa Madekur & Tarkeni

Produksi 3: Orkes Madun 1 atawa Madekur dan Tarkeni


Orkes Madun I 
atawa 
MADEKUR & TARKENI
KELOMPOK BANDUL NUSANTARA - KARANGANYAR
Naskah: Arifin C. Noer
Sutradara: Gusmel Riyadh

MINGGU, 27 Maret 2011
19.00 WIB
Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah
HTM: 5000

CP: Chairurrahman 08566330387


SINOPSIS
Ada seorang pencopet, Madekur namanya. Ada pula seorang pelacur, Tarkeni namanya. Dua-duanya berasal sekampung di desa. Bertemu di kota di atas ranjang lantas kawin. Orang tua masing-masing, yang begitu udik sudah tentu tidak mengijinkan anak-anak mereka kawin dengan pencopet maupun pelacur. Mereka menipu diri sendiri dengan membanyangkan anak-anaknya yang di kota sudah sukses menjadi orang penting, katakanlah wali kota. Hanya saja, karena mereka di desa tetap bisa bernafas lantaran ditunjang kiriman anak-anaknya dari kota, toh akan kalah juga dan tak bisa berbuat apa-apa kecuali menuruti kemauan anak mereka.

Maka, tak penting riwayat Madekur dan Tarkeni sendiri : bahwa mereka dulu datang dari kampung dengan sebusung harapan, dengan mengepit ijazah yang akhirnya dilempar ke kali dan hanyut mengapung-apung bersama tahi. Dan bahwa mereka, melalui perkawinan (sekligus praktek pelacuran) ditimpa sipilis demi sipilis dan akhirnya toh mati juga.

Madekur dan Tarkeni betindak sebagai tokoh pusat tak lebih mewakili sebuah dunia, dimana hidup sekian banyak anjing (yang terlihat seperti setengah anjing) yang berlindung di bawah norma-norma.


PENGANTAR SUTRADARA
Pertunjukan Madekur dan Tarkeni sebenarnya milik Semar dan kawan-kawan. Kita sebagai penonton hanya sempat bercermin sebentar melalui pertikaian yang disuguhkan, kemudian disadari atau tidak kita terseret atau lebih tepatnya dipaksa untuk terseret dalam pertunjukan itu. Meski demikian, kita sebagai penonton tetap berpura-pura menjadi yang sebenar-benarnya penonton.
(Gusmel Riyadh)

PENGANTAR PIMPRO
Tiap orang yang terlibat pada proses KBN kali ini membawa warnanya masing-masing, yang kemudian bercampur, bersinggungan, bergradasi. Menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk merangkai warna-warna tersebut dan menyusunnya dalam sebuah bingkai “Pentas Produksi ke-3” KBN. Dan kemudian saya harus menjembatani “pertemuan” Arifin C. Noer dan Gusmel Riyadh. Biarlah Arifin bercerita dengan Orkes Madun 1-nya, dan Gusmel mencoba menerjemahkan sesuai interpretasinya.
Selamat menyesuaikan..
(Irawan Wijayanto)

TIM PRODUKSI
Pimpinan Produksi : Irawan Wijayanto
Sekretaris : Riya Al Mustaqimah
Bendahara & Konsumsi : Yuristian Adie G
Sponsorship : Chairurrahman Mardianto
Dini Sefty Cahyani
Pub.dok.tik.hum : Dukut Wahyu Nugroho
Rahmat Muslim Tsalatsa

TIM PEMENTASAN
Sutradara : Gusmel Riyadh
Stage Manager : Dhani Kurnia
Koor. Latihan : Rudyaso Febriadhi
Setting :Wawan Aryanto
Lighting :Zanudhimas Syafruddin
Kostum & make Up : Bhre Mustika Wijaya
Agung Irawan
Arini
retno
Penata Musik : Muhammad Fadholi
Pemain Musik : Iva HA (Vokalis)
Ina HA (Vokalis)
Nico HA (Basisst)
Andri HA (Gitaris)
Mahawang (Perkusi)

CAST
Bapak Madekur : Damar Tri Afrianto
Ibu Madekur : Eka Novi Astuti
Madekur : Chairurrahman “Iyunk”
Bapak Tarkeni dll : Melon Manalagi
Ibu Tarkeni : Julia “Jupe” Binti Marchaban
Tarkeni : Putri Tira Setijadhi (Putty)
Resepsionis : Ester Yustiana Widiasih
Nabi I : Yuristian Adi
Nabi II : Prayuda
Nabi III/Pemusik : M. Ndoly
Nabi IV/Pemusik : Nico Setiawan
Nabi V/Pemusik : Andri Amourest
Semar/Waska : Rudyaso Febriadhi
Seseorang 1 : Dini Sefty
Seseorang 2 : Wawan Ariyanto
Borok : Bayu Wicaksono
Buang : Royan Adnan
Si Buntung : Rahmat M. Tsalatsa
Si Bisu : Luthfi Khoiri
Maskat/Seseorang : Dukut Wahyu Nugroho
Murid Baru : Muhzazin Anwar
Murid Baru : Ikhsan Wicaksono
Murid baru/Pemusik : Mahawang Agung

KELOMPOK BANDUL NUSANTARA
Kelompok Bandul Nusantara (KBN) adalah sebuah kelompok kesenian (teater) independen yang dibentuk pada tanggal 12 Februari 2009. KBN berMARKAS di Jalan A.W. Monginsidi 01 Donomulyo RT 01/IV Tegalgede Karanganyar. Berdirinya KBN diprakarsai oleh orang-orang yang pernah dan masih tergabung dalam kelompok teater lain. Perekrutan anggota bersifat fleksibel. Otoritas klaim kenggotaan dalam KBN terletak pada anggota itu sendiri. Dalam artian siapapun yang pernah terlibat proses dengan kelompok ini boleh menyatakan sebagai anggota atau bukan tanpa suatu seremonial khusus.
Sebelumnya, pekerjaan utama KBN adalah wedangan, sedangkan pekerjaan sampingannya adalah mempelajari naskah untuk kemudian dipentaskan sebagai pertunjukan. Dalam wedangan, kelompok ini berusaha fokus untuk membicarakan kesenian. Namun, pada perkembangannya KBN justru menjadi pusat pelatihan bagi Keluarga Teater Pelajar Se-Karanganyar (KETAPEL KARANG). KBN kemudian menjadi center point dalam propaganda teater di kalangan akademik, baik pelajar maupun guru Sastra dan Bahasa Indonesia.

Karena sebagian orang-orangnya adalah pelatih aktif di Teater SMA dan SMP di Karanganyar, maka tak jarang kebutuhan estetis intern KBN justru kadang dikesampingkan. Walapun begitu pada pentas produksi yang ke-3 ini, KBN berusaha mengatur secermat mungkin agar ditengah kesibukan masing-masing personil tidak terlalu menggangu dalam penggarapan Ormad I.

Sejauh ini yang tergabung dalam di dalam KBN adalah,pelukis, pegawai, mahasiswa, pekerja seni, karyawan/buruh, anak sekolah, wiraswastawan, peternak, petani, guru, dan pengangguran.

PAMFLET LEBIH BESAR
https://lh5.googleusercontent.com/-x9PfEeIItJM/TYDWSIJ0TkI/AAAAAAAAAy0/OR1afyK-yFA/s1600/Pamflet_Bandul+%252812%2529.jpg

0 komentar:

Posting Komentar

Category

Total Pageviews