Featured Post 1

Featured Post 1
Dunia Orang-Orang Mati

Featured Post 2

Featured Post 2
Orkes Madun I atawa Madekur & Tarkeni

Kisah Cinta dan Lain-lain versi Burung Beo

Telah meninggal dengan meninggalkan beribu kenangan, seekor burung yang teramat istimewa bagi keluarga besar Kelompok Bandul Nusantara, M. Dolly, dan Almh. Bu Sastro khususnya.Sang Beo meninggal pada Hari Kamis, 4 Maret 2010 atau Kemis Legi, 18 Mulud 1943 taun Dal sekitar jam 8 pagi.

Bulan ini berwatak Anggara Kasih karena tidak ada Selasa Kliwon, semoga pertanda baik.

Burung ini selalu menemani Kelompok Bandul Nusantara latihan, wedangan, bahkan terakhir masih menemani kami pentas Thoprakan.

“Hayu’....”
“Hallo Apa Kabar,...”
“Hallo Sayang,...”
“Salamulekum,..”
“Dhayohe wis teko,..”
(Itulah beberapa kalimat yang sering diucapkan Sang Beo)

“...dia gak pernah jemu bilang sayang pada semua orang yang datang. Dia klangenan almh. Bu Sastro, itu yang nikin aku tak henti meratap dan menyalahkan diri kenapa nggak segera carikan dokter ketika gejala sakit tampak sehari sebelumnya.” (M. Dolly)

“...yang jelas mas Dolly kemarin langsung nyekar Bu Sastro dan nggak doyan makan. Meninggalnya kemarin pagi, dan tadi pagi (5/3) belum dikubur.”
 (Irawan Wijayanto)

“Jika Arifin C. Noer mengambil tokoh seekor anjing, akankah ini menjadi Kisah Cinta dan Lain-Lain versi burung beo?” (Gusmel Riyadh)



0 komentar:

Posting Komentar

Category

Total Pageviews